Diskusi Sebagai Bentuk Training Leadership

Training leadership – Dalam sebuah instansi atau organisasi yang terdiri dari banyak orang pasti terdapat pemikiran dan cara berfikir yang berbeda-beda. Selain pemikiran yang sepaham pasti terdapat permasalahan yang harus diselesaikan bersama. Banyak cara agar menyatukan pemikiran agar sama menjadi satu tujuan.

diskusi-sebagai-bentuk-training-leadership

Salah satu caranya adalah musyawarah atau diskusi. Diskusi itu sendiri adalah sebuah kegiatan pembicaraan yang dihadiri dua orang atau lebih disebuah tempat atau ruangan secara terbuka maupun tertutup, untuk melakukan sebuah pertukaran pemikiran, gagasan dan pendapat untuk mencapai sebuah kesepakatan, kekompakan, dan kesepahaman pendapat dan tujuan.

Dalam sebuah diskusi musyawarah diperlukan seseorang untuk memimpin agar semua anggota semangat dalam memberikan tanggapan, membuka diskusi, menengahi pembicaraan jika ada anggota yang berdebat dan menutup acara diskusi tersebut sehingga dihasilkan kesepakatan yang diharapkan.

Tidak bisa dipungkiri ternyata diskusi termasuk dalam bentuk training leadership karena sebuah instansi atau organisasi memerlukan seorang pemimpin yang tegas, berani, cerdas, bijak, bertanggung jawab dan adil. Didalam berdiskusi Kita dilatih untuk berani memberikan pendapat dalam sebuah masalah, berani menerima apabila pendapat Kita tidak dihargai orang lain dan menerima jika pendapat orang lain lebih diunggulkan dan disetujui semua peserta. Dari berdiskusi itulah kepemimpinan seseorang akan terlihat.

Untuk mendapatkan pemimpin yang baik banyak sekali cara yang dilakukan sebuah instansi atau organisasi. Salah satunya adalah mengadakan pelatihan kepemimpinan, kegiatan ini bertujuan agar para pemimpin yang dihasilkan mempunyai jiwa yang bersih dan bertanggung jawab. Banyak sekali bentuk training leadership diantaranya adalah :

  1. Melakukan Diskusi — Di dalam sebuah diskusi akan tersaring jiwa-jiwa yang memiliki sifat kepemimpinan. Dalam sebuah training leadership hal yang pertama dilakukan pasti adalah mendiskusikan suatu permasalahan.
  1. Simulasi Atau Praktek — Peserta training akan diajak langsung dalam memahami materi yang disampaikan. Biasanya untuk mempermudah peserta diajak mempraktekkan dengan cara permainan atau game. Ini bertujuan untuk memberikan simulasi materi agar  internalisasi terhadap materi yang disampaikan.
  1. Experiential Learning — Setiap peserta training dituntut untuk menceritakan setiap pengalaman pribadi atau penggalian pengalaman lampau yang sudah pernah peserta lalui kemudian diceritakan dari peserta satu ke peserta yang lainnya.
  1. Quesioner Test — Diberikan kepada setiap peserta untuk mengerti potensi diri atau penggalian kemampuan melalui berbagai tes tertulis.
  1. Quantum Learning —Penyampaian materi kepada peserta training dengan suasana yang menyenangkan dan tenang biasanya diiringi dengan pemutaran musik atau film. Sesi ini bertujuan untuk melatih penggabungan kemampuan otak kanan dan kiri agar lebih efektif.
  1. Insight — Peneguhan komitmen secara terbuka dan dalam kondisi sadar kepada setiap peserta atas semua pelatihan atau training leadership yang sudah dilakukan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *